Tampilkan postingan dengan label kisi-kisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisi-kisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2018

ASPEK KEISLAMAN - KISI KISI UJIAN KOMPREHENSIF- FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM - UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN

Silahkan menggunakan Bookmark dengan cara tekan tombol "Ctrl+D" secara bersamaan pada Komputer atau Laptop Anda untuk mendapatkan notifikasi dari Portal Sadri.



ASPEK KEISLAMAN - KISI KISI UJIAN KOMPREHENSIF- FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM - UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN

1. TAUHID DAN SYIRIK
1. Tauhid
a. Pengertian Tauhid
     Tauhid  adapun yang disebut ilmu tauhid adalah ilmu yang membicarakan tentang akidah atau kepercayaan kepada Allah dengan didasarkan pada dalil-dalil yang benar.

b. urgensi tauhid
     Tujuan mempelajari ilmu tauhid adalah mengenal Allah  dan Rasul-Nya dengan dalil-dalil yang pasti dan menetapkan sesuatu yang wajib bagi Allah dari tanda-tanda kekurangan dan membenarkan semua Rasul Rasul-Nya.

     Ilmu Tauhid terbagi:
     1. wajib
          Wajib dalam ilmu Tauhid berarti menentukan suatu hukum dengan mempergunakan akal bahwa sesuatu itu wajib atau tidak boleh tidak harus demikian hukumnya. hukum wajib dalam ilmu tauhid ini ditentukan oleh akal tanpa lebih dahulu memerlukan penyelidikan atau menggunakan dalil.

     2. mustahil
          Mustahil dalam ilmu tauhid adalah kebalikan dari wajib.

     3. mungkin (jaiz)
          jaiz dalam ilmu tauhid adalah akal kita dapat menentukan atau menghukum bahwa sesuatu benda atau sesuatu  dzat itu boleh demikian keadaannya atau boleh juga tidak demikian.

c. pembagian tauhid
     1) tauhid dalam pengenalan dan penetapan n(tauhid Rububiyah)
     2) tauhid dalam tujuan dan permintaan/permohonan (tauhid Uluhiyah)

2. Syirik
a. Pengertian Syirik
     syirik adalah suatu perbuatan (dalam sikap dan, atau niat) terutama menyangkut aqidah di mana seseorang melakukan sesuatu bukan sepenuhnya  karena Allah SWT atau secara sadar mencampurkan baurkan keesaan dzat Allah SWT dengan unsur-unsur lain yang menurut ajaran Islam dapat diartikan sebagai perbuatan menyekutukan Allah SWT.
     1) syirik yang menyelisihi sifat-sifat Allah SWT
     2) syirik menurut kadarnya
          a. syirik besar yaitu syirik dalam keyakinan, dan hal ini mengeluarkan pelakunya dari agama Islam.
               1. syirik dalam berdo'a
               2. syirik dalam niat
               3. syirik dalam ketaatan
               4. syirik dalam kecintaan
          b. syirik kecil yaitu Riya'
          c. syirik tersembunyi yaitu seorang melakukan amal dikarenakan keberadaan orang lain.
     3) Syirik menurut tempat kejadian
          a. syirik berupa  keyakinan
          b. setiap amal zahir yang dinilai oleh syariat islam sebagai sebuah kesyirikan
          c. setiap lafadz yang dihukumi oleh syariat islam sebagai sebuah kesyirikan

2. ISLAM, IMAN DAN IHSAN
1. islam berarti pasrah kepada Allah , bertauhid dan tunduk kepada -Nya, taat, dan membebaskan diri dari syirik dan pengikutnya.
2. Iman pernyataan dengan lisan, keyakinan dalam hati, dan perbuatan dengan anggota badan.
3. ihsan mengandung kesempurnaan  ikhlas kepada Allah dan perbuatan baik yang dicintai oleh Allah

4. Rukun Iman
     a. iman kepada Allah
          iman kepada Allah bermakna bahwa kita menyakini tentang penjelasan Allah dan Rasulnya mengenai keberadaan Tuhan.

     b. iman kepada para malaikat
          malaikat ialah makhluk gaib yang diciptakan allah dari cahaya, dengan ketaatan selalu menjalankan perintah Allah.
     c. iman kepada kitab-kitab Allah
          mengimani bahwa kitab-kitab suci itu datangnya dari Allah SWT
     d. iman kepada nabi dan rasul
          kita meyakini nabi dan rasul ialah manusia utusan Allah
     e. iman kepada hari akhir
          kita meyakini tanda-tanda akan datangnya hari kiamat.
     f. iman kepada qodar Allah yang baik atau buruk
          kita mengimani bahwa apapun yang terjadi di muka bumi bahkan  kepada diri kita sendiri sebagai manusia baik maupun buruk merupakan kehendak Allah  SWT.

3. ASMAUL HUSNA

    1. Allah : tidak ada yang patut disembah dan dipuji selain Allah
    2. Ar Rahman : memberi rahmat (kecil) kepada seluruh makhluk tanpa pilih kasih (hidup,sehat, kaya)
    3. Ar-Rahiim :  memberi rahmat (besar) yang tidak ternilai (keimanan, jalan lurus)
    4. Al-Malik: memiliki segalagalanya
    5. Al-Quddus : bersih tanpa kekurangan
    6. As-Salaam: Menyelamatkan seluruh alam
    7. Al-Mu'min: mempercayai rasul dan mengamankan  makhluk
    8. Al-Muhaimin: Mengamati segala makhluk
    9. Al-Aziz : Gagah dapat menaklukan apapun
    10. Al-Jabaar : memaksa makhluk menurut kehendakNya
    11. Al-Mutakabbir : Hanya Allah yang memiliki kekuasaan dan berhak bersombong diri
    12. Al-Khaaliq : Menciptakan segala yang ada sebelum ada
    13. Al-Baari : merencanakan sebelum menciptakannya
    14. Al-Mushawwir : menciptakan segala bentuk dan rupa dilangit dan bumi
    15. Al-Ghaffar : Memberi ampunan dan maaf
    16. Al-Qahhar : dapat memaksa  makhluk
    17. Al-Wahhaab : Pemberiannya tak terhingga
    18. Ar-Razzaaq : Maha memberi dan melengkapi semua kebutuhan hidup
    19. Al-Fattah : Membuka dan mencurahkan rahmat kepada Makhluk
    20. Al-Aliim : Mengetahui segalanya
    21. Al-Qaabidh : Yang menyempitkan hidup dan mengurangi rizki orang yang dikehendaki
    22. Al-Baasith : melapangkan hidup dan menambah rizki orang yang dihendaki
    23. Al-Kaafidh : Yang menurunkan derajat orang yang dihendaki
    24. Ar-Raafi : Meninggikan derajat orang yang dihendaki
    25. Al-Muizz : Menyebabkan orang menjadi kuat, mulia, atau menang
    26. Al-Mudzill : menyebabkan orang menjadi lemah, hina, atau kalah
    27. As-Samii : Mendengar segala sesuatu apapun itu
    28. Al-Bashiir : Melihat segala sesuatu apapun itu
    29. Al-Hakam : Menetapkan hukum bagi segala makhluk
    30. Al-Adl : Yang berlaku adil dalam hukum
    31. Al-Lathiff : Yang mengetahui segala perkara 
    32. Al-Khabiir : Mengetahui segala perkara batin yang tersembunyi
    33. Al-Haliim : Sangat penyantun bahkan terhadap orang yang paling dimurkai setelah orang bertaubat
    34. Al-Azhim : yang Maha Agung 
    35. Al-Ghafuur : Yang sangat obral memberikan ampunan
    36. As-Syakuur : Yang sangat berterimakasih dan pasti membalas 
    37. Al-Aliy : Tinggi martabatNya
    38. Al-Kabiir : Yang maha besar yang tak akan tertandingi
    39. Al-Hafiizh : Yang memelihara/melindungi dari kerusakan/bahaya
    40. Al-Muqiit : Yang menyediakan makanan dan minuman bagi segala makhluknya
    41. Al-Hasiib : yang memperhitungkan segala sesuatu 
    42. Al-Jaliil : yang bersifat mulia
    43. Al-Kariim : Yang amat pemurah
    44. Al-Raqiib : yang mengamati segalanya
    45. Al-Mujiib : yang mengabulkan doa hamba yang berdoa
    46. Al-Waasi : yang amat luas kekayaanNya
    47. Al-Hakiim : yang amat bijaksana
    48. Al-waduud : yang cinta terhadap walinya
    49. Al-Majid : yang amat mulia/terhormat
    50. Al-Baa'its : Yang membangkitkan manusia yang sudah mati
    51. Asy-Syahiid : Yang jelas kepadanya segala sesuatu
    52. Al-Haqq: yang benar dan selalu bertindak benar
    53. Al-Waliy: yang melaksanakan segala urusan makhluk-Nya
    54. Al-Qawiy: yang maha kuat
    55. Al-Matiin: yang sempurna kekuatannya
    56. Al-Waliy: mengendalikan segala urusan dari makhluk-makhluk-Nya
    57. Al-Hamid: hanya Ia yang berhak di puji
    58. Al-Muhshiy: yang memperhitungkan segala perbuatan amal manusia
    59. Al-Mubdi'u: yang menciptakan segalanya
    60. Al-Mu'iid: 
    61. Al-Muhyiy: yang memberikan kehidupan
    62. Al-Mumiit: yang mencabut kehidupan
    63. Al-Hayyu: yang berkekalan hidupnya
    64. Al-Qayyum: yang mengurus segala sesuatu
    65. Al-Waajid: yang mendapatkan apa saja yang ia kehendaki
    66. Al-Maajid: yang bersifat agung dalam kesucian
    67. Al-Waahid atau Al-Ahad: yang maha Esa
    68. Ash-Shamad: Hanya kepada-Nya lah tempat memohon dan meminta perlindungan
    69. Al-Qaadir: yang sanggap melaksanakan apa saja tanpa tergantung ruang dan waktu
    70. Al-Muqtadir: yang memegang kekuasaan
    71. Al-Muqaddim: yang mendahulukan  sesuatu atas yang lainnya
    72. Al-Mu'akhir: yang mengakhiri sesuatu atas yang lainnya.
    73. Al-Awwal: permulaan segala sesuatu
    74. Al-Aakhir: akhir dari segala sesuatu, kecuali wujud dan kekuasaanya
    75. Azh- Zhaahir: yang amatnyala segala ayat-ayat dan perbuatannya
    76. Al-Battin: yang tidak mengkin diketahui unsur zat-Nya
    77. Al-Waaliy: yang menguasai segala urusan
    78. Al-Muta'aaliy: yang lebih tinggi dari apapun
    79. Al-Barr: yang berbuat baik dari segala kebaikan
    80. Al-Tawwab: yang memberi tobat
    81. Al-Muntaqim: yang membalas segala dosa
    82. Al-Afuuw: yang memaafkan kesalahan-kesalahan manusia
    83. Al-Rauuf: yang sangat banyak memberi rahmat
    84. Maalikul-Mulki: pemilik segala kehendak terhadap apapun
    85. Dzul Jalaali Wal Ikram: segala kemuliaan berasal dari Nya
    86. Al-Muqsith: yang selalu adil dalam menghukum
    87. Al-Jaami': yang menghimpun segala hakekat
    88. Al-Ghaniy: terkala dari segala-Nya
    89. Al-Mughniy: yang memberi siapa yang Ia kehendaki apapun
    90. Al-Maani': mencegah segala sesuatu
    91. Al-Adhaar: yang merusak apa Ia kehendaki
    92. An-Naafi': yang memberi manfaat 
    93. An-Nuur: sinar yang terang
    94. Al-Haady: yang memberi petunjuk
    95. Al-Badii': yang menciptakan yang sebelum-Nya belum ada
    96. Al-Baaqiy: yang kekal adanya
    97. Al-Waarits: yang tetap ada sesudah semuanya musnah
    98. Ar-Rasyiid: Benar segala hukum yang di tetapkan-Nya
    99. Ash-Shabuur: yang tak tergesa-gesa menurunkan siksaan kepada hamba-Nya
4. Thaharah: Mandi  Wajib dan Wudhu
A. mandi wajib
     Mandi disini adalah membasahi seluruh tubuh tanpa terkecuali dengan air  dengan menetapkan niat di awal, dan mandi ini bersifat wajib bagi siapapun.

     1. hal-hal yang mewajibkan mandi
          keluarnya air mani
          seorang istri di cumbui
          mengislamkan orang kafir
          kematian

     2. cara mandi wajib
          a. membaca basmalah dengan niat mandi wajib. dan membasuh kedua telapak tangan
          b. membersihkan segala kotoran di kemaluan
          c. berwudhu
          d. membasuh kepala, telinga sebanyak tiga kali
          e. menyiramkan air kepada seluruh tubuh

     3. hal-hal yang dimakhruhkan dalam mandi
          a. mandi ditempat yang mengandung najis
          b. mandi air yang tidak mengalir
          c. diwajibkan mandi dibalik dinding
          d. berlebihan menggunakan air

     4. Mandi-mandi yang disunnahkan
          a. mandi pada hari jum'at
          b. mandi pada hari raya
          c. mandi ketika hendak melakukan ihram
          d. mandi ketika akan masuk kota mekkah
          e. mandi ketika hendak wuquf di Arafah

     5. Rukun Mandi
          a. niat
          b. berkumur dan berinstinsaq disertai guyuran air seluruh tubuh

     6. hal-hal yang disunnahkan dalam mandi
          a. membasah tangan sebanyak 3 kali
          b. membasuk kemaluan
          c. berwudhu
          d. menyimkan air ke kepala sebanyak 3 kali
          e. membasuhkan seluruh tubuh dengan air
          f. membasuh ketiak, pusar dan lutut.

B. Wudhu
1. Defini Wudhu








Kamis, 13 Desember 2018

ASPEK KESYARIAHAN - KISI KISI UJIAN KOMPREHENSIF- FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM - UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN




ASPEK KESYARIAHAN - KISI KISI UJIAN KOMPREHENSIF-  FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM - UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN

1. Pengertian  Ulumul Quran
     Ulumul Quran adalah ilmu yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan al-Quran

2. Objek Pembahasan Ulumul Quran
     a. Sejarah dan Perkembangan Ulumul Quran
     b. Pengetahuan tentang al-Quran
     c. Metodologi penafsiran al-Qur'an

3. Urgensi mempelajari ulumul Quran
     - agar dapat memahami kalam Allah SWT
     - agar mengetahui cara dan gaya yang digunakan oleh para Mufassir (ahli tafsir) dalam menafsirkan al-Quran
     - agar mengetahui persyaratan-persyaratn dalam menafsirkan al-Quran
     - mengetahui ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan dalam menafsirkan al-Quran

2. Sejarah dan Perkembangan Ulumul Quran

     A. Ulumul Quran pada masa Rasulullah SAW
          a. Rasulullah SAW menafsirkan kepada sahabat beberapa ayat
          b. antusiasme sahabat dalam menghapal dan mempelajari al-Quran
          c. larangan Rasulullah SAW untuk menulis selain al-Qur'an sebagai upaya menjaga kemurnian al-Quran

      B. Ulumul Quran masa khalifah
          a. khalifah Abu Bakar RA dengan kebijakan pengumpulan atau penulisan al-Quran yang pertama yang diprakarsai oleh Umar bin Khattab RA
          b. khalifah Usman RA dengan kebijakan menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf
          c. khalifah Ali RA dengan kebijakan perintahnya yaitu ilmu I'rabil Qur'an

     C. Ulumul Quran masa sahabat dan tabi'in
          para sahabat senantiasa elanjutkan usaha mereka dalam menyapaikan makna-makna al-Qur'an dan penafsiran ayat-ayat yang berbeda diantara mereka dan diteruskan oleh murid-murid mereka yaitu para tabi'in

     D. Masa pembukuan (tadwin)
          pada abad kedua hijriah sebagaian ulama membukukan tafsir Qur'an yang diriwayatkan dari Rasulullah dari para sahabat atau dari para tabi'in

3. Seputar al-Quran

      a. pengertian al-Quran secara bahasa
          Qiraah berarti suatu ucapan

      b. pengertian al-Quran secara istilah
           "kalam Allah yang bersifat mukjizat yang diturunkan kepada Muhammad SAW, tertulis di mushaf diriwayatkan secara muttawatir dan membacanya adalah ibadah, al-Quran terdiri dari 6326 ayat, 114 surah, 30 Juz.

      c. nama dan sifat al-Quran
          1. nama-nama al-Quran
                - al-Quran
                - al-Furqan
                - adz-Zikr
           2. Sifat-Sifat al-Qur'an
                - cahaya
                - petunjuk
                - obat
                - rahmat
                - nasehat
                - menerangkan
                - yang diberkati
                - kabar gembira
                - yang mulia
                - yang dihormati
                - pembawa kabar gembira

      d. karakteristik al-Quran
           - kitab ilahi
           - kitab suci yang terpelihara
           - kitab suci yang mukjizat
           - kitab suci yang penjelas dan dimudahkan pemahamannya
           - kitab suci yang lengkap
           - kitab suci seluruh zaman
           - kitab suci bagi seluruh umat manusia.


      e. kandungan al-Quran
          isi kandungan al-Quran meliputi segala hal yaitu akidah, ibadah, akhlak. hukum, peringatan dan sejarah(kisah-kisah).

B. Proses Turunnya Al-Quran dan Tahapan Turunnya al-Quran
     a) al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan
     b) al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar
     c) al-Quran diturunkan pada malam yang di berkahi
          al-Quran diturunkan kepada Rasulullah SAW secara bertahap-tahap (berangsur-angsur) selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Ayat yang pertama turun adalah surah Al-Alaq ayat 1 s/d 5, dan surah yang terakhir turun adalah Al-Maidah ayat 3.

C. Hikmah Turunnya Al-Qur'an secara Bertahap
     1) Menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah SAW
     2) Menjawab tantangan dan sekaligus Mukjizat
     3) Mempermudah hafalan dan pemahamannya.
     4) Kesesuaian dengan peristiwa-peristiwa pertahapan dalam penetapan hukum
     5) Bukti yang pasti bahwa Al-Qur'an Al-Karim diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji

D. Asbabun Nuzul
     Sebab turunnya sesuatu ayat itu berkisah pada dua hal:
     1. Bila terjadi suatu peristiwa.
     2. Bila Rasulullah ditanya tentang sesuatu hal.

     Urgensi Mengetahui Asbabun Nuzul:
     1) peristiwa penting ternyata mendapat jawaban dari Al-Qur'an
     2) mengkhususkan (membatasi) hukum yang diturunkan dengan sebab yang terjadi. Bila hukum itu dinyatakan dalam bentuk umum.
     3) membatasi pengkhususan itu hanya terhadap yang selain bentuk sebab
     4) Menyingkap kesamaran yang tersembunyi dalam ayat-ayat Al-Qur"an yang tidak dapat ditafsirkan tanpa mengetahui sebab nuzulnya.
     5) kegunaa mempelajari asbabun nuzul adalah untuk memudahkan Al-Qu'an agar terhindar dari kesalahpahaman dan memahami ayat.

E. Munasabah Al-Qur'an
     Munsabah Al-Qur'an adalah sisi keterkaitan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat atau antar ayat pada beberapa ayat, atau antar surah di dalam Al-Qur'an.

     adapun manfaat atau kegunaan mempelajari ilmu munasabah ini ialah:
     1. dapat menepis anggapan orang bahwa tema-tema Al-Qur'an kehilangan relevansi antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.
     2. mengetahui atau persabungan/hubungan antara bagian Al-Qur'an
     3. dapat mengetahui mutu dan tingkat kebalaghahan bahasa Al-Qur'an dan konteks kalimat-kalimatnya
     4. dapat membantu dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an setalah diketahui hubungan suatu kalimat atau ayat dengan kalimat atau ayat yang lain.

F. Al-Makky dan Al-Madany
     a. Cara menentukan Makky dan Madany
     - Metode pendengaran seperti apa adanya  yang didasarkan pada riwayat sahih
     - menganalogikan dan ijtihad yang didasarkan pada ciri-ciri Makky dan Madany

     Tolak ukur untuk menentukan Makky dan Madany:
     1) dari segi waktu turunnya.
     2) dari segi tempat turunnya
     3) dari segi sasaran pembicaraan
   
     b. Ciri-ciri khas Makki dan Madani
     1) ciri-ciri surah Makkiyah
          a) mengandung "Sajadah"
          b) Mengandung lafal "kalla"
          c) Mengandung yaa ayyuhan naas dan tidak megandung ya ayyuhal ladzinaa amanuu, berarti makki
          d) kisah para nabi umat terdahulu adalah makki, kecuali surah Al-Baqarah
          e) kisah Adam dan iblis adalah makki, kecuali suarah Al-Baqarah
          f) surah yang dibuka dengan huruf singkatan.

     2) ciri surah Madaniyah
          a) setiap surah yang berisi kewajiban atau sanksi
          b) setiap surah yang di dalamnya disebutkan orang-orang munafik
          c) setiap surah yang di dalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab adalah madani.

     c. tema dan gaya bahasa surah Makkiyah
          a) ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah SWT
          b) peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan akhlak mulia
          c) menyebutkan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelajaran
          d) suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang mengesankan sekali.

     d. tema dan gaya bahasa surah Madaniyah
          a) menjelaskan kaidah hukum dan masalah-masalah perundang-undangan
          b) seruan terhadap ahli kitab, dari kalangan yahudi dan nasrani
          c) menyingkap perilaku orang munafik
          d) suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang

     e. Faedah mengetahui Makki dan Madani
          1. untuk dijadikan alat bantu dalam menafsirkan Al-Qur'an
          2. meresapi gaya bahasa Al-Quran dan memanfaatkan dalam metode dakwah menuju jalan Allah
          3. mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Al-Qur'an

G. Al-Muhkam Wa Al-Mutasyabih
     Muhkam adalah ayat-ayat yang bermakna jelas. Adapun Mutasyabih adalah ayat-ayat maknanya belum jelas.

     sikap para ulama terhadap ayat-ayat Mutasyabih:
     1. mazhab salaf, yaitu para ulama yang mempercayai dan mengimani ayat-ayat Mutasyabih dan menyerakhan kepada Allah. sendiri.
     2. mazhab khalaf yaitu ulama yang menakwilkan lafal yang makna lahirnya mustahil kepada makna yang baik zat Allah.

     ayat-ayat Mutasyabih dapat dibagi menjadi:
     1. ayat-ayat yang seluruh menusia tidak dapat mengetahui maksudnya
     2. ayat-ayat yang setiap orang bisa mengetahui maksudnya melalui penelitian dan pengkajian
     3. ayat-ayat mutasyabih yang maksudnya dapat diketahui oleh ulama tertentu dan bukan semua ulama.

H. Fawatih As-Suwar
     Fawatih al-Suwar yaitu pembukaan-pembukaan surat yang dimuli dengan potongan-potongan huruf.

     dalam hal ini ada beberapa pendapat ulama:
     1. fawatih as-suwar sebagai rahasia yang hanya Allah yang mengetahui
     2. fawatih as-suwar mengandung pengertian dapat dipahami oleh manusia

I. Hikmah keberadaan ayat Mutasyabih dalam Al-Qur'an
     1. memperlihatkan kelemahan akal manusia
     2. teguran bagi orang-orang yang mengutak-atik ayat Mutasyabih
     3. memberikan Pemahaman abstrak-ilahiah kepada manusia melalui pengalaman indrawi yang biasa disaksikannya.


14. QIRA'AT AL-QUR'AN
A. Pengertian Qira'at
     Qiraat adalah salah satu aliran dalam pelafalan atau pengucapan Al-Qur'an yang dipakai oleh salah seorang imam qura' yang berbeda dengan lainnya dalam hal ucapan Al-Qur'anul Karim.

B. Sejarah perkembangan ilmu Qira'at
     Diantara sahabat yang populer dengan bacaanya adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Ubay bin Ka'b, Zaid bin Tsabit, Abu Darda, Ibnu Mas'ud dan Abu Musa Al-Asy'ary. Dari mereka ini lah kebanyakan para sahabat dan tabi'in di seluruh daerah belajar tentang Al-Qur'an.
     pada generasi berikutnya dikenanl bacaan Qiraat tujuh orang imam ini adalah qiraat yang shahih karena memenuhi syarat-syarat untuk diterima, yaitu:
     1) sesuai dengan bahasa Arab
     2) sesuai dengan salah satu penulisan mushaf  Utsmani
     3) bersandarkan dari sanad atau riwayat yang shohih/kuat

C. Hikmah perbedaan dalam Qiroah
     1) Bukti yang jelas tentang keterjagaan Al-Qur'an
     2) keringanan bagi umat
     3) membuktikan kemukjizatan Al-Qur'an
     4) Qiroat yang satu dapat menjelaskan atau menafsirkan qiroat yang lain


15. I'JAZ AL-QUR'AN (KEMUKJIZATAN AL-QUR'AN)
     Mukjizat adalah sebuah perkara luar biasa yang disertai tantangan pada diri seseorang yang mengaku nabi atau rasul.

     Mukjizat dapat digolongkan menjadi:
     a) Mukjizat Indrawi yaitu adanya kesaktian seseorang
     b) Mukjizat Rasional adalah kemampuan intelektual yang rasional

1. Perbedaan mukjizat Al-Qur'an dengan Nabi-Nabi sebelumnya
     a) mukjizat nabi sebelumnya bersfat fisik
     b) Mukjizat nabi-nabi sebelumnya terfokus pada "Penakjuban Pandangan"
     c) mukjizat nabi sebelumnya di luar konteks isi risalah mereka dan tidak berkesesuaian.

2. Segi-segi Mukjizat Al-Qur'an
     A. segi bahasa dan susunan redaksinya yaitu keserasian dalam menyusun kata-kata, serta kelancaran logika.

     B. segi isyarat ilmiah
          1. dorongan kepada manusia untuk selalu berpikir keras atas dirinya sendiri
          2. Al-Qur'an memberikan ruang yang sebebas-besasnya
          3. Al-Qur'an dalam mengemukakan dalil-dalil, argumen serta penjelasan ayat-ayat ilmiah, menyebutkan isyarat-isyarat ilmiah

     C. segi sejarah dan pemberitaan yang ghaib
          1. sejarah/keghaiban masa lampau
          2. keghaiban masa kini
          3. ramalan kejadian masa mendatang

     D. segi petunjuk penetapan hukum
               meskipun memang banyak aturan hukum dari Al-Qur'an yang secara "kasat mata" terlihat tidak adil, kejam dan sebagainya, tetapi sesungguhnya di balik itu ada kesempurnaan hukum yang tak terhingga.


16. Pengertian Umum tentang Hadits, Sunnah, Khabar, Atsar, Bid'ah dan Hadits Qudsy
A. Hadits
     Hadits adalah segala ucapan/perkataan, perbautan, dan hal ikhwal (keadaan) Nabi Muhammad SAW, adapun definisi hadis menurut ahli usul ialah segala perkataan, perbuatan, ketetapan Nabi SAW yang berkaitan dengan hukum.
     hadis yang sampai kepada Nabi disebut Marfu', yang sampai kepada sahabat dinamai mauquf, dan yang sampai pada tabi'in disebut Maqthu'

B. Pengertian Sunnah
     Jumhur Para ahli hadis menetapkan sunnah dalam arti tersebut maknanya sama dengan hadis
     Sunnah adalah segala  yang ditafsirkan dari Nabi SAW yang berkaitan dengan hukum

     Sunnah dapat dibagi menjadi:
          a. ucapan atau perkataan Nabi SAW
          b. perbuatan Nabi SAW
          c. ketetapan Nabi SAW seperti:
               1. membenarkan sesuatu yang dilakukan sahabat
               2. menerangkan dan menguatkan yang dikerjakan seorang sahabat

     Ulama Hanafiah membagi Sunnah kepada dua macam:
          1. sunnah yang dikerjakan untuk menyempurnakan kewajiban-kewajiban agama
          2. segala kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi SAW

     Ulama Syafi'iyah membagi sunnah kepada:
          1. suatu yang dikerjakan secara tetap oleh Nabi SAW
          2. suatu yang dikerjakan tidak secara tetap oleh Nabi SAW

C. Hadis Qudsi
     Hadis Qudsi adalah Sabda Nabi SAW dengan mengatakan "Allah Berfirman........."


17. Hadis Maudhu'
D. Maudhu
     Hadis maudhu adalah hadis yang dicipta-ciptakan lagi dibuat-buat.

     Cara mengenali ciri-ciri yang terdapat pada hadis:
     1. perawi itu terkenal pendusta
     2. adanya indikasi yang menunjukkan kemaudhuan hadis tersebut
     3. perawi itu dikenal berdusta dsengan riwayat hadisnya
     4. kondisi physikologis para perawi sendiri yang mendorongnya memalsukan hadis.

     ciri-ciri pada matan antara lain:
     1. keburukan susunan kalimat lafadznya
     2. kerusakan maknanya
     3. bertentangan dengan akal sehat dan tidak bisa ditakwilkan
     4. karena berlawanan dengan kaidah umum
     5. bertentangan dengan nash al-Qur'an, sunnah yang  muttawatir  dan  ijma'
     6. menyalahi hakekat sejarah
     7. sesuai dengan mazhab si perawi
     8. mengandung informasi yang menurut seharusnya, jika ada, diriwayatkan oleh orang banyak
     9. menerangkan suatu pahala yang sangat besar bagi perbuatan yang sangat kecil.

B. Bid'ah
     Bid'ah berarti segala sesuatu yang dibuat-buat atau dicipta-ciptakan oleh manusia baik berupa perkataan atau perbuatan yang terkait agama dan syair-syairnya, dimana tidak ada atsar(riwayat) dari Rasulullah SAW, dan dari para sahabatnya.
       
     al-sunnah adalah lawan dari al-bid'ah

18. Pembagian Hadis
     Hadis jika dilihat dari segi materinya dapat dibagi kepada dua bagian. pertama, bagian awal disebut sanad, dan kedua, bagian akhir disebutkan matan.
     sanad terdiri dari dari orang-orang atau nama-nama para rawi yang terdapat dalam setiap tingkatan atau generasi dan lambang-lambang periwayatan yang mereka gunakan.
     matan adalah penghujung sanad yakni sabda Nabi SAW  yang disebutkan sesudah akhir sanad"

     hadis Mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh orang banyak kepada orang banyak, dari orang banyak kepada orang begitu seterusnya dari awal sanad hingga akhirnya.
     mutawatir lafdhi sedikit sekali jumlahnya. para ulama juga berbeda pendapat tentang status kemutawatirannya.
     mutawatir maknawi lebih banyak jumlahnya dan para ulama sepakat kemutawatirannya.

     hadis ahad adalah hadis yang diriwayatkan oleh satu orang periwayat, dua orang, tiga orang atau lebih tetapi lebihnya itu tidak mencapai jumlah periwayat hadis mutawatir
     hadis masyur adalah hadis yang diriwayatkan oleh tiga orang periwayat atau lebih.
     hadis 'Aziz adalah hadis yang diriwayatkan oleh dua orang periwayat.
     hadis gharib adalah hadis yang diriwayatkan oleh satu orang periwayat.
   
     keshahihan atau kedhalifannya hadis masyur, 'Aziz dan Gharib didasarkan pada hasil penelitian sebuah hadis.

     hadis disebut sebagai hadis shahih bila memenuhi syarat-syarat berikut:
     1. sanadnya bersambung
     2. periwayatnya bersifat adil
     3. periwayatnya bersifat dlabit
     4. pada hadis itu tidak terdapat kejanggalan
     5. tidak terdapat pula cacat tersembunyi.

     Hadis shahih lidzatihi adalah hadis karena zatnya sendiri, sedangkan hadis shahih lighairhi  karena didukung oleh riwayat lain yang   lebih kuat.

b. hadis hasan
     hadis hasan adalah hadis musnad yang bersambung sanadnya, diriwayatkan oleh perawi yang adil yang kurang sedikit kedlabithannya.
     macam-macam hadis hasan lizatihi adalah hadis hasan karena zatnya sendiri, sedangkan hadis hasan lighairihi adalah hadis hasan karena didukung oleh riwayat lain yang lebih kuat.

c. hadis Dlaif
     hadis dhalif ialah hadis yang tidak memenuhi persyaratan sebagai hadis shahih dan tidak pula sebagai hadis hasan.

     sebab-sebab hadis kedhalifan  yaitu:
     - hadis-hadis dlaif karena tidak bersambung sanadnya, antara lain:
          1. hadis mursal
          2. hadis munqathi
          3. hadis mu'dlal
          4. hadis mudallah
          5. hadis mu'allal

     Sedangkan hadis-hadis dlaif karena perawinya tercela atau sebab lainnya, antara lain:
          1. al-Mudla'af
          2. al-Mudlharab
          3. al-Maqlub
          4. Al-Syadzdz
          5. al-munkar
          6. al-matruk dan al-mathruh

d. hukum beramal dengan hadis dlaif
     hadis dlaif mutlak tidak bisa diamalkan, sedangkan pandangan imam abu daud dan ahmad hanbal RA bahwa hadis dlaif mutlak bisa di amalkan karena hadis dlaif lebih kuat dari pada pendapat seseorang. adapula yang berpedapat bahwa hadis dlaif dapat dipergunakan dalam menerangkan keutamaan-keutaman suatu perbuatan.
     hadis dlaif mengemukan tiga syarat dalam mengambilnya:
     1. tidak terlalu parah
     2. tidak bertentangan dengan dalil
     3. jangan di i'tikadkan bahwa bahwa hadis ini benar-benar berasal dari nabi SAW

19. Pengertian Ushul Fiqih dan Hukum Islam
     ushul fikih adalah pangkal atau dasar darinya hukum islam dilahirkan. cara-cara menemukan hukum islam baik dengan metode deduksi, induksi, ataupun integrasi

20. Pengertian Ijtihad, Ittiba, dan Taklid
     ijtihad adalah Kerja Intelektual ulama untuk menemukan hukum, Ittiba berarti mengikuti pendapat ulama yang disertai dengan pengetahuan. adapun taqlid ialah mengikuti pendapat ulama tanpa pengetahuan.

21. metode Ijtihad
1. ijtihad deduktif
     ijtihad deduktif(ijtihad kebahasaan) yaitu penurunan (derivasi) hukum dari dalil nash dengan cara qaidah kebahasaan, nahwu , sarf, dan balagah

2. Ijtihad Induktif
     Ijtihad Induktif (metode empiris) didasarkan pada maslahat dan mansadat yang diekstrak dari dalil, metode analisis yang digunakan adalah teori-teori ushul fikih yang sudah tersedia seperti qiyas ihtisan, add dziri'ah, mashahat, mursala, maqasyid syariah serta qawaid fiqhiyyah.
     dalam pendekatan induktif, relitas muslahah dan mufsada: kuantitas dan kualitasnya menjadi acuan pembolehan atau pelarangan.
     pendekatan induktif dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti qiyas, ihitisan, sadd adziri'ah, maslahat, mursalat, maqasyid syariah hingga qawaid fiqhiyyah.

3. Metode integratif
     normatif empiris atau integralistik menitik beratkan pada nash baik secara sharih atau nash yang  ghairu sharih
     menggunakn Ra'y ketikan tidak ditemukan nash, Ray's adalah pijakan dalam kerja induktif.

22. Qawaidul Fiqhiyyah
     Qawaidul Fiqhiyan adalah teori hukum yang merupakan penyederhaan dari bab-bab fikih, yang perkembangannya melewati tahapan kelahiran , pertumbuhan/pembukuan dan penyempurnaan.
     (jangan menimbulkan kerugian, dan jangan balas/saling menimbulkan kerugian) (sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niat) dan masih banyak lagi contoh kalimat qawaidul fiqhiyyah

     Teori ushul fiqih harus dijadikan barometer untuk verifikasi data-data dan temuan-temuan hasil penelitian kesyariahan yang intinya merupakan penelitian hukum. Karekteristik penelitian hukum, meski menggunakan metode sosial empirik tetap harus menghubungkan dan menghasilkan keputusan-keputusan hukum normatif, Karena dengan demikian, penelitiah kesyariahan akan menghasilkan temuan-temuan empirik dalam dimensi emik sekaligus memberikan keputusan hukum secara syariah.